Translate

Showing posts with label Hardware. Show all posts
Showing posts with label Hardware. Show all posts

12 July 2013

Pengertian (Definisi) Motherboard dan seluruh komponen-komponennya

Assalamualaikum wr wb
Bismilah Hirohman Nirohim
Salam Belogger ..
pada kesempatan kali ini Software Komputer akan memberikan Penjelasan tentang Pengertian (Definisi) Motherboard dan seluruh komponen-komponennya , langsung ke pointnya aja ok ...
Pengertian Motherboard - Motherboard bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti Papan Induk dan biasanya juga disingkat dengan sebutan Mobo, yang berarti sebuah perangkat keras yang berbentuk seperti papan dan  telah ditambahkan program penggerak (chip bios) serta memiliki konektor sebagai penguhubung berbagai macam komponen elektronik sehingga dapat saling terhubung.   Sebagai contoh terdapat pada PC (Portable Computer) atau juga Macintosh.  Lihat contoh gambar motherboard berikut:
Motherboard merupakan salah satu komponen paling utama dari sebuah Komputer PC, karena Motherboard inilah yang menghubungkan semua komponen komputer sehingga secara keseluruhan dapat bekerja sama dan tentunya akan membuat komputer berjalan dengan lancar.

Komponen-Komponen Motherboard


  • Konektor Power (Power Connector)
Konektor power merupakan pin yang kegunannya untuk menghubungkan motherboard dengan power supply yang berada pada cassing komputer.
  • Socket atau Slot Prosesor
Slot Prosesor adalah tempat dimana diletakkannya Prosessor dan setelah prosessor terpasang akan ditambahkan kipas prossesor agar prosessor senantiasa dalam keadaan normal tidak terlalu panas.
  • North bridge controller
Northbridge dan Southbridge chip terdiri dari apa yang dikenal sebagai chipset pada komputer modern. Chipset bertanggung jawab untuk memfasilitasi komunikasi antar unit pemrosesan komputer (CPU) dan berbagai komponen pada motherboard, bertindak sebagai polisi lalu lintas dan pengendali. Karena Northbridge bekerja terus-menerus, hal itu dapat menjadi sangat panas dan dalam banyak kasus memiliki heatsink sendiri. Nama lain untuk Northbridge termasuk Memory Controller Hub (MCH) dan Integrated Memory Controller (IMC). (www.wisegeek.com)
  • Socket Memori
Tempat untuk mencolokkan RAM atau memori.
  • Konektor Floppy dan IDE
Sebuah konektor yang kegunaannya untuk menghubungkan motherboard ke hardisk dan juga floppy disk.  Kalau untuk komputer saat ini konektornya agak berbeda dengan konektor pada gambar diatas.
  • Standby Power LED
Lampu ini menyala jika terdapat standby power di motherboard. LED ini bertindak sebagai reminder (pengingat) untuk mematikan system power sebelum menghidupkan atau mematikan mesin. (wikipedia)
  • PCI slots
Kegunaanya PCL slot adalah untuk menambahkan perangkat tambahan ke motherboard biasanya digunakan untuk menambahkan VGA Card, Sound Card dan juga Modem.
  • PS/2 Mouse Port
Untuk mencolokkan Mouse type PS/2
  • Konektor keyboard
Untuk mengbungkan Keyboard type PS/2
  • USB
Untuk menghubungkan berbagai macam peralatan yang menggunaka USB seperti Flashdisk, Mouse dan Keyboard USB dan lainnya
  • Baterai CMOS
Kegunaanya baterai ini adalah sebagai tenaga cadangan ketika Motherboard tidak terhubung ke listrik.  sehingga semua data yang tersimpan didalamnya tidak terhapus atau terulang ke setelah awal.
 Oke itulah Sekilas Tentang Penjelasan tentang Pengertian (Definisi) Motherboard dan seluruh komponen-komponennya  kali ini yang bisa saya sampaikan tentang  semoga bermanfaat buat semuanya, jika ada kekurangan mohon dimaafkan karena saya disini masih sama-sama belajar dan atas perhatiannya saya ucapka terima kasih,.

Waalaikumsalam wr wb

24 May 2013

Cara Setting Konfigurasi BIOS untuk CD ROM dan Flashdisk

Sebelum memulai pembahasan yang lebih lanjut, ada baiknya kita mengenal tombol perintah keyboard untuk masuk ke menu BIOS. Karena setiap produk tentu berbeda, terutama pada laptop. Ada yang menggunakan ESC, F1, F10, dan tombol yang lain Hanya saja yang sangat umum digunakan adalah tombol DEL dan F2.

Berikut ini langkah-langkah dalam mengatur BIOS agar booting dari CD/DVD atau flashdisk ;
1. Hidupkan komputer / laptop
2. Saat komputer / laptop menyala, biasanya muncul pesan / keterangan  tombol tertentu untuk masuk ke BIOS. Contoh ;

  • Press F2 for System Utilities
  • Press DEL to enter BIOS Setup
  • Untuk beberapa laptop lain mungkin tombol perintahnya akan berbeda
3. Masuk ke halaman Boot dengan menekan tombol panah kanan pada keyboard sehingga akan tampil seperti gambar di bawah

 
4. Tekan tombol panah bawah pada keyboard dan pilih submenu Boot Device Priority lalu tekan Enter untuk menampilkan menu pada Boot Device Priority

5. Pada langkah ini, perhatikan gambar di atas
a. Jika akan booting dari CD/DVD, pilih [CDROM] yang menjadi 1st Boot Device
b. Sedangkan jika kawan akan booting dari flashdisk, pilih [removable device] menjadi 1st Boot Device dengan menekan tombol (+).


6. Jika telah selesai, tekan F10 kemudian Ok untuk menyimpan settingan maka secara otomatis akan keluar dari halaman BIOS dan Selesai ...

NB :
- Totorial di atas berlaku untuk setting BIOS AMERICAN MEGATRENS.
- Letak tombol (+) biasanya jadi satu dengan tombol (=). Jadi untuk bisa menggunakan tombol (+) harus diikuti tombol SHIFT.
- Jika prioritas / urutan booting dari CD/DVD maupun dari flashdisk sudah tidak digunakan lagi, maka settingan BIOS kembalikan seperti semula dengan Hard Drive menjadi prioritas boot pertama.

10 May 2013

Fungsi Jumper Pada Komputer

Jumper pada sebuah komputer sebenarnya adalah connector (penghubung) sirkuit elektrik yand digunakan untuk menghubungkan atau memutus hubungan pada suatu sirkuit. Jumper juga digunakan untuk melakukan setting pada papan elektrik seperti motherboard komputer.

Baiklah kita fokuskan sebuah
Jumper pada sebuah komputer. Fungsi Jumper ini dalam komputer digunakan untuk menyetting perlengkapan komputer sesuai dengan keperluan. Beruntunglah kita yang pada saat ini penyettingan lewat Jumper sudah mulai berkurang penggunaannya. Sebab, semua fungsi setting saat ini sudah menggunakan outo setting sehingga memudahkan pengguna atau perakit komputer untuk tidak banyak menggunakan Jumper.

Jumper
pada komputer biasanya digunakan pada Motherboard, Harddisk dan Optical Disk, dan pada beberapa VGA Card tertentu. Tetapi karena penggunaannya lebih banyak pada Motherboard dan Harddisk serta Optical Disk, maka kita hanya akan membahas ketiga hal itu.
Jumper pada Motherboard

1. Jumper Clear CMOS
Jumper CMOS biasanya terletak di dekat Baterai CMOS. Biasanya terdapat 3 kaki (pin) pada jumper ini. Fungsinya adalah untuk menyimpan dan me-reset CMOS (sebuah IC program pada Motherboard) pada posisi default (Setting Awal/Pabrik).
Biasanya pada pin ke 1 dan 2 bila dihubungkan dengan sebuah Jumper maka CMOS pada posisi normal akan menyimpan setiap settingan yang kita ubah pada CMOS/BIOS. Dan bila Jumper kita ubah pada posisi 2 dan 3, maka komputer akan kembali pada posisi default.
Lalu untuk apa posisi default? Tentu saja, bila kita melakukan setting yang salah terhadap CMOS/BIOS maka bila terjadi kesalahan yang mengakibatkan komputer tidak bisa hidup, maka dengan melakukan Clear CMOS komputer akan kembali ke posisi awal sebelum kita melakukan perubahan pada CMOS/BIOS.

Begitu pula Jumper Clear CMOS ini bisa digunakan bila komputer tidak bisa hidup akibat kita lakukan perubahan pada hardware, misalnya processor, tetapi karena CMOS/BIOS anda telah menyimpan setting pada komputer yang lama dan tidak mampu membaca processor yang baru saja anda gantikan maka Jumper ini bisa anda gunakan.


Jumper ini juga digunakan bila anda lupa pada password yang anda buat di BIOS. Dengan melakukan Clear CMOS, maka password yang anda buat akan hilang dengan sendirinya.
2. Jumper Bus Clock/Bus Speed
Jumper ini berfungsi untuk menyeting Bus Clock pada processor. Pada saat ini, hampir bisa dibilang jumper ini jarang digunakan. Fungsi setting yang tadinya diatur oleh jumper sekarang sudah dibuat outo atau bisa disetting lewat BIOS.

Pada gambar disamping ini adalah salah satu contoh dari komputer Pentium I, yang terdiri dari Bus 50, 55, 60, 66 dan 75. Bus ini terdapat pada processor. Disetiap Bus yang kita pilih, ada petunjuk mengenai penggunaan jumpernya.

3. Jumper Bus Ratio
Seperti halnya jumper Bus Clock/FSB, jumper ini pun bisa dibilang sudah tidak dipergunakan kembali. Jumper ini adalah ratio perkalian dari processor. Misalnya processor Pentium I 133 MHz dengan Bus/FSB 66, maka Rationya adalah 2x. Maka kita melakukan setting sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada keterangan baik di Motherboard maupun buku manual.
4. Jumper VGA
Jumper ini biasanya terdapat pada Motherboard yang menyediakan VGA onboard beserta Slot VGA sebagai tambahan. Jumper, biasanya terdiri dari 3 kaki/pin yang digunakan untuk memilih apakah yang digunakan VGA onboard nya atau Slot VGA. Sama sepert jumper bus clock, jumper ini sudah jarang dipergunakan dan diganti dengan outo setting, sehingga tanpa melakukan setting apapun, VGA akan memilih sendiri yang mana yang dipergunakan.
5. Jumper Audio
Jumper Sound, adalah jumper yang dipergunakan untuk mengaktifkan suara. Jumper ini biasanya terdiri dari 10 pin berjejer dengan pin nomor 8 kosong. Bila anda mengaktifkan Audio di depan Casing, maka otomatis, soket Audio di casing telah mengaktifkan jumper Audio ini. Tapi bila tidak, persiapkanlah sebuah jumper untuk menghubungkan pin nomor 5 dan 6, juga pin nomor 9 dan 10, sebab bila tidak suara tidak akan keluar sekalipun driver telah masuk. Dan kejadian ini sering terjadi dimana Audio tidak bisa terdengar dan orang yang tidak mengerti akan kebingungan dan mengira Sound onboard dari Motherboard anda mati.

6. Jumper USB
Power

Anda pernah mengalami kejadian USB anda tidak bisa berfungsi? atau berfungsi hanya di Windows? Tidak di DOS (misalnya dengan penggunaan Keyboard USB)? Mungkin anda tidak mengaktifkan Jumper USB Power.

Jumper ini ada di hampir semua Motherboard yang memiliki USB Socket. Jumper ini terdiri dari 3 kaki/pin. Bila tidak dipasang, maka USB anda tidak akan berfungsi. Bila di pasang pada salah satu kaki, misalnya pin 1 dengan pin 2 atau pin 2 dengan pin 3, maka akan punya pengaruh yang berbeda. Yang satu tidak akan bisa mengaktifkan USB di DOS.


7. Jumper Memory/RAM

Jumper ini biasanya terdapat pada Motherboard yang memiliki fasilitas 2 jenis Slot memory, misalnya Motherboard yang memiliki slot memory SDRAM dan DDR1, atau DDR1 dengan DDR2, maka untuk memilih salah satu slot diperlukan setting jumper memory.

Jumper pada Harddisk atau Optical Disk (CDRom, DVD, dll)
Jumper pada Harddisk dan Optikal Disk biasanya untuk menentukan status pada harddisk atau optical disk. Status pada harddisk/optical disk apakah dia akan menjadi Master (tuan) atau Slave (budak).
Hal ini penting di perhatikan tatkala kita melakukan tundem (penggabungan harddisk dengan harddisk, atau harddisk dengan optical disk pada satu kabel). Bila status sama-sama master, maka keduanya tidak akan terdeteksi oleh Motherboard. Karena itu yang satu harus menjadi Master (tuan) dan yang satu menjadi Slave (budak).

Pada Motherboard tertentu, status Slave (budak) pada harddisk tunggal (tanpa melakukan tundem) tidak akan dapat di deteksi oleh Motherboard.

Mengenai keterangan status Master dan Slave bisa di dapat pada label yang terdapat di harddisk.